6 Game ‘Buruk’ Ini Rupanya Punyai Content Yang Melimpah, Bolehlah Untuk Kompensasi

Posted on

Terdapat beberapa unsur yang dapat memberikan merek jelek buat videogame, contohnya sebab gameplay repetitif, tidak cocok harapan, begitu cliche, serta masih banyak.

Game pada daftar ini dipandang jelek sebab unsur di atas, tetapi untuk ‘kompensasi’, game-game ini punyai content masif yang siap membuat anda repot semasa beberapa saat kedepan, (bila anda ingin)

Resident Evil 6

Kurang pas bila menyebutkan RE 6 game yang baik, tetapi tidak adil bila disebutkan game yang jelek, lebih sebab content yang ditawarkan. Campaign RE6 dengan 4 story yang lain saja telah mengambil alih 10-15 jam waktu anda, anda dapat juga memainkannya dengan cara co-op. Model favorite gamers, The Mercenaries ada dengan seting serta ciri-ciri yang variasi, oh iya game ini punyai model multiplayer loh walau tidak inuitif.

CoD: Infinite Warfare

IW dipandang jelek sebab tidak penuhi kemauan fans pada saat itu yang ingin ‘on the ground war’, dari sisi gamenya sendiri campaignya singkat serta kurang memorable. Tetapi multiplayer pada game ini betul-betul hebat dengan gameplay yang semakin fast paced. Ditambah model zombie gokil bertopik ruang serta taman bermain makin meningkatkan replay value dari game ini.

Destiny series

Destiny adalah salah satunya game paling berambisi serta habiskan ongkos paling banyak dalam riwayat video game, tetapi hasil akhir game ini demikian menyedihkan dengan forgettable story, bullet sponge enemy (walau adalah core gameplay, tetapi tetap), serta ruang masif yang rupanya repetitif, sekuelnya juga hampir sama. Tetapi untuk looting serta MMO, Destiny tawarkan beberapa ratus jam permainan yang dapat anda pakai untuk grinding serta levelling. Untungnya sekuelnya memberikan tambahan komponen open world yang membuat tidak (se) menjemukan seperti seri pertama kalinya.

Metal Gear Survive

Survive memulai kelahiran dan keruntuhan seri MG yang kita mengenal serta di cintai, bukannya bertopik konspirasi serta dengan
‘mech’ yang istimewa, Survive justru jadi game zombie killing dengan story yang dangkal serta microtransaction yang membuat frustasi.
Jika kita kesampingan kekurangan barusan, game ini rupanya masih cukup fun untuk dimainkan, dengan gameplay survival yang cukup
hardcore (seriously), base building, serta character building. Penumpukan waktu gameplay Survive lumayan panjang (15-20jam) bila semua berjalan mulus (yang mana tidak berlangsung tanpa ada microtransaction)

The Kru

Seri pertama The Kru tidak dapat memperlihatkan dianya sebagi seri MMO racing yang sebenarnya karena player yang amat sedikit,
koneksi yang kurang konstan, serta enemy yang kurang balance. Lepas dari itu game ini memakai Amerika (literally) untuk mapnya, walau
tidak 1:1 anda dapat memikirkan begitu luasnya map The Kru. Komponen RPG serta spec sedikit memaksakan anda untuk grinding yang
mana akan memperlama waktu gameplay anda, wether u love it or hate it.

No Man’s Sky

Tak perlu diterangkan lagi kenapa game ini demikian dicemooh di waktu dulu. Memang mengeeksplor 18 quintillion planet terdengar
sangat edan di saat itu (serta sampai saat ini) hingga bisa dinyatakan jika game ini ada bukan tanpa ada kekurangan. Untungnya Hello
Games adalah dev yang bertanggungjawab dengan terus memberikan up-date sampai No Man’s Sky jadi game open world-survival paling baik sekarang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *